Seorang ibu hamil bernama Mamta Kushwaha, yang tengah mengandung 7 bulan, meninggal dunia setelah terpaksa berjalan kaki hampir satu kilometer untuk mencari transportasi. Jalan menuju rumahnya di Jabalpur, India, rusak parah sehingga tidak ada kendaraan yang mau melintas.
Mamta sudah mengalami kontraksi persalinan saat memulai perjalanan. Seorang petugas kesehatan mengantarnya berjalan kaki hingga ke jalan utama, lalu ia dibawa ke rumah sakit dengan becak motor. Namun, kondisinya memburuk dengan sesak napas hebat.
Setelah dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar dan menggunakan ventilator, Mamta serta bayinya yang dikandung tidak tertolong. Pihak medis mengungkapkan bahwa pendaftaran kehamilannya terlambat hampir empat bulan karena ia sempat tinggal di luar kota.
Peristiwa ini memicu investigasi untuk mengevaluasi protokol darurat. Kepala petugas medis setempat menyayangkan bahwa ambulans tidak digunakan, dan petugas seharusnya memanggil ambulans sejak awal.
Kenapa Kontraksi di Usia 7 Bulan Berbahaya?
Kontraksi pada usia kehamilan 7 bulan bisa menjadi tanda persalinan prematur, yaitu persalinan yang terjadi sebelum minggu ke-37. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera untuk menyelamatkan ibu dan bayi.
Penanganan kontraksi prematur bisa meliputi istirahat total, cairan infus, dan obat-obatan untuk menunda persalinan. Jika tidak berhasil, dokter akan memberikan obat untuk mempercepat pematangan paru-paru janin agar siap lahir.
Berikut tanda-tanda persalinan prematur yang perlu diwaspadai oleh setiap ibu hamil:
- Empat kali kontraksi atau lebih dalam satu jam, yang tidak hilang meski mengubah posisi
- Nyeri punggung bawah yang hilang timbul dan tidak mereda dengan perubahan posisi
- Kram perut bagian bawah seperti nyeri haid atau perut kembung
- Tekanan di panggul atau vagina yang meningkat
- Keputihan berlebihan atau lendir bercampur darah
- Keluarnya cairan dari vagina (kemungkinan ketuban pecah)
- Perdarahan vagina
- Mual dan muntah seperti gejala flu
- Penurunan gerakan janin
Jika salah satu gejala tersebut berlangsung lebih dari satu jam atau terasa parah, segera hubungi dokter atau layanan darurat. Jangan tunda untuk mendapatkan pertolongan medis yang tepat.
Semoga kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya akses kesehatan yang baik dan respons cepat terhadap tanda bahaya kehamilan.