Zat besi berperan vital dalam pembentukan sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Sayangnya, banyak balita mengalami kekurangan zat besi yang bisa menyebabkan lelah, pusing, dan hilang nafsu makan. Bayi lahir dengan cadangan zat besi yang cukup hingga usia 6 bulan, setelah itu ASI saja tidak cukup. Maka, makanan kaya zat besi harus mulai diperkenalkan saat MPASI.

Kebutuhan Zat Besi Anak per Hari

  • 0–6 bulan: 0,27 mg
  • 6–12 bulan: 11 mg
  • 1–3 tahun: 7 mg
  • 4–8 tahun: 10 mg

7 Makanan Tinggi Zat Besi untuk Anak

1. Hati

Hati ayam, sapi, atau domba adalah sumber zat besi heme yang sangat mudah diserap. Hati ayam mengandung sekitar 9,8 mg zat besi per 3 ons, sementara hati sapi sekitar 5,2–6,5 mg per 3–4 ons. Hati domba bahkan lebih tinggi, mencapai 10–15 mg per 100 gram. Namun, berikan dalam jumlah wajar, misalnya seminggu sekali.

2. Daging Tanpa Lemak

Daging sapi, domba, dan ayam bagian paha gelap kaya akan zat besi heme. Rata-rata, 100 gram daging sapi mengandung 2,1–3,5 mg zat besi. Daging juga mudah diolah menjadi bubur, pure, atau dicincang halus untuk si kecil.

3. Sayuran Berdaun Hijau

Bayam, kangkung, dan brokoli adalah pilihan sayuran tinggi zat besi. Setengah cangkir bayam rebus mengandung sekitar 3 mg zat besi. Agar lebih mudah dimakan, Bunda bisa mencampurkannya ke dalam bubur atau sup.

4. Telur

Satu butir telur rebus mengandung 1 mg zat besi, plus protein dan vitamin penting. Jangan khawatir soal kolesterol – penelitian terbaru menunjukkan telur tidak meningkatkan risiko penyakit jantung, jadi aman dikonsumsi anak setiap hari dalam jumlah wajar.

5. Ikan dan Makanan Laut

Ikan seperti sarden, tuna, salmon, dan makarel kaya akan zat besi heme sekaligus asam lemak omega-3 yang baik untuk perkembangan otak. Bunda bisa membuatnya menjadi fish cake atau campuran nasi tim.

6. Tahu dan Tempe

Tahu mengandung 3 mg zat besi per setengah cangkir, sementara tempe menyediakan sekitar 11% kebutuhan harian zat besi per 100 gram. Keduanya sumber nabati yang lembut, cocok untuk MPASI. Padukan dengan makanan kaya vitamin C seperti jeruk atau tomat agar penyerapan zat besinya lebih optimal.

7. Kismis dan Buah Kering

Kismis, kurma, aprikot kering, dan plum adalah camilan manis yang kaya zat besi. Seperempat cangkir kismis mengandung sekitar 1 mg zat besi. Bisa dicampur ke dalam bubur atau diberikan sebagai finger food.

Tips Agar Zat Besi Terserap Maksimal

  • Berikan ASI atau susu formula yang diperkaya zat besi hingga usia 2 tahun.
  • Sajikan variasi makanan tinggi protein (daging, telur, kacang-kacangan) setiap kali makan.
  • Sertakan buah dan sayur kaya vitamin C (jeruk, stroberi, brokoli, tomat) untuk membantu penyerapan zat besi.

Dengan mengenalkan aneka makanan kaya zat besi sejak dini, Bantu si kecil tumbuh sehat, cerdas, dan bebas anemia. Selamat mencoba, Bunda!