Priyanka Chopra Jonas, aktris yang dikenal vokal dalam isu kesetaraan, kembali membuat pernyataan yang menginspirasi. Di ajang Cannes Lions, ia menantang stereotip yang sudah lama mengakar di masyarakat: bahwa pekerjaan rumah tangga adalah tugas perempuan. Dengan lugas, ia berkata, 'Membersihkan rumah dan memasak bukan pekerjaan perempuan. Itu adalah keterampilan dasar sebagai orang dewasa. Jangan mencampuradukkan gender dengan kemalasan.'
Pernyataan ini langsung menjadi viral dan memicu diskusi hangat di media sosial. Banyak perempuan Indonesia yang merasa terwakili, karena di banyak keluarga, beban domestik masih sering dibebankan pada istri atau anak perempuan. Priyanka mengingatkan bahwa kemampuan mengurus rumah tangga adalah keterampilan hidup yang seharusnya dimiliki semua orang, tanpa memandang jenis kelamin.
Perubahan di Industri Hiburan
Selain membahas peran gender, Priyanka juga berbagi pandangannya tentang revolusi digital di industri hiburan. Menurutnya, perkembangan teknologi telah membuka pintu lebar bagi siapa saja yang ingin berkarya. 'Dulu, masuk ke industri film sangat sulit dan harus melalui jalur tertentu. Sekarang, kalau punya ide, rekam saja, unggah ke YouTube, dan karya itu bisa berkembang menjadi film besar,' ujarnya.
Ia mencontohkan kesuksesan film Obsession yang berawal dari konten digital. Ini menunjukkan bahwa kreativitas dan kerja keras kini bisa langsung terhubung dengan audiens tanpa batasan konvensional. Pesan ini sangat relevan bagi perempuan Indonesia yang ingin mengejar mimpi di bidang kreatif, namun terkendala akses atau stereotip.
Pesan untuk Perempuan Indonesia
Priyanka Chopra mengajak perempuan untuk tidak membiarkan gender membatasi peran dan potensi mereka. Pekerjaan rumah tangga bukanlah takdir, melainkan pilihan dan tanggung jawab bersama. Di era digital ini, setiap perempuan memiliki kesempatan untuk bersinar, baik di dapur, di kantor, atau di panggung dunia. Yang terpenting adalah keberanian untuk melawan stereotip dan terus berkarya.
Melalui pernyataannya, Priyanka tidak hanya menginspirasi perempuan di India atau Hollywood, tetapi juga di Indonesia. Ia mengingatkan bahwa kesetaraan dimulai dari rumah, dengan pembagian peran yang adil. Dan ketika perempuan dibebaskan dari beban domestik yang tidak seimbang, mereka memiliki lebih banyak energi untuk mengejar passion dan mimpi mereka.