Halo, Bunda. Pernahkah membayangkan seseorang nekat melakukan kejahatan hanya demi mempertahankan kebohongan? Itulah yang terjadi pada Taylor Parker, seorang perempuan Texas yang memalsukan kehamilannya dan berakhir dengan tragedi mengerikan. Kisahnya kini diangkat dalam film dokumenter Netflix berjudul 'Maternal Instinct' yang tayang pada Juni 2026.
Awal Mula Kebohongan Taylor
Taylor mulai menjalin hubungan dengan Wade Griffin pada 2019. Tak lama setelah pacaran, ia mengaku hamil anak kembar. Namun, ia lalu bercerita bahwa ia kehilangan bayi-bayi itu karena kecelakaan aneh. Ketika hubungan mulai renggang, Taylor kembali mengaku hamil pada awal 2020 dan merencanakan kelahiran September.
Wade percaya karena Taylor sering menunjukkan gejala morning sickness. Perut Taylor pun makin membesar, dan ia memamerkan hasil USG palsu yang dibeli secara online. "Dia selalu punya jawaban untuk semuanya," kata Wade dalam wawancara.
Kebohongan yang Semakin Rumit
Taylor bahkan mengadakan acara gender reveal dan memilih nama Clancy Gayle untuk bayinya. Namun, mantan temannya, McKenzie Bright, curiga karena Taylor pernah menjalani histerektomi setelah melahirkan dua anak sebelumnya. Taylor terus mempertahankan kebohongannya dengan berbagai dokumen palsu.
Pembunuhan Keji untuk Menutupi Kebohongan
Untuk memuluskan rencananya, Taylor membunuh temannya sendiri, Reagan Simmons-Hancock, yang sedang hamil 35 minggu. Pada Oktober 2020, Taylor menggunakan pisau bedah untuk mengeluarkan bayi Reagan dari kandungan. Setelah itu, ia membawa bayi tersebut pergi dan menelepon 911.
Polisi menghentikan mobil Taylor yang melaju kencang. Ia mengaku baru saja melahirkan. Bayi itu dilarikan ke rumah sakit, tetapi sayangnya nyawanya tak tertolong. Taylor sendiri dibawa ke rumah sakit, namun dokter tidak menemukan tanda-tanda ia baru melahirkan.
Hukuman Mati untuk Taylor
Taylor dinyatakan bersalah atas pembunuhan Reagan dan dijatuhi hukuman mati. Bukti menunjukkan Reagan menderita 15 luka tusuk dan 98 luka sayatan. Pada 2025, pengadilan banding Texas menguatkan vonis tersebut. Kini Taylor menjadi perempuan termuda di daftar terpidana mati Texas.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kebohongan bisa berujung pada tragedi. Bagi kita para ibu, penting untuk selalu waspada dan mendukung satu sama lain. Semoga kisah ini bisa menjadi pelajaran berharga.