Pinkan Mambo, mantan personel grup Ratu, belakangan ini menjadi perbincangan hangat. Bukan karena lagu barunya, melainkan karena pengakuan jujurnya soal penghasilan dari mengamen di jalan sambil melakukan siaran langsung di TikTok. Meski sempat menuai kritik, termasuk dari putrinya sendiri, Michelle Ashley, Pinkan tetap teguh menjalani profesi ini.
Menurut Pinkan, mengamen di jalan kini menjadi pekerjaan utamanya. "Bisnis utamanya itu yang di jalanan itu, yang konser beneran," ujarnya kepada awak media. Ia mengaku pendapatan dari sekali live TikTok saat mengamen bisa mencapai puluhan juta rupiah. Nominal tertinggi yang pernah diraihnya adalah Rp30 juta dalam satu sesi live.
Meski demikian, Pinkan menegaskan bahwa penghasilan sebesar itu tidak selalu ia dapatkan setiap kali live. Ada kalanya ia hanya menerima ratusan ribu hingga beberapa juta rupiah, tergantung pada jumlah penonton yang memberikan hadiah virtual atau gift. "Bisa juga cuma Rp500 ribu, sejuta, Rp3 juta, atau Rp5 juta," jelasnya.
Strategi di Balik Layar
Pinkan mengungkapkan bahwa mendapatkan gift dari penonton bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan strategi dan kemampuan membangun interaksi agar penonton bersedia memberikan dukungan. "Main TikTok butuh kecerdasan tingkat tinggi. Gimana kita membuat orang itu keluar gift-nya," ujarnya.
Ia menekankan bahwa tidak semua penonton dengan mudah memberikan hadiah virtual. Menjadi kreator yang mengandalkan penghasilan dari TikTok membutuhkan usaha dan pengalaman. "Nggak gampang buat sultan mau bayar kita di TikTok. Susah, ada ilmunya," tutup Pinkan.
Pernyataan Pinkan ini memantik diskusi tentang potensi penghasilan di platform digital, terutama bagi para kreator konten. Meski terlihat mudah, nyatanya dibutuhkan kerja keras dan strategi untuk meraih sukses di dunia maya.