Kesehatan mental kini menjadi topik yang semakin hangat diperbincangkan, dan banyak figur publik mulai berani membuka suara. Salah satunya adalah Tasya Farasya, selebgram dan ibu dua anak yang akhirnya berbagi cerita tentang perjuangannya melawan depresi. Dalam sebuah unggahan video di Instagram pribadinya, Tasya mengungkapkan bahwa ia telah didiagnosis mengalami depresi mayor selama empat tahun terakhir, disertai PTSD, serangan panik, dan kecemasan.
“Aku sudah berjuang sendirian selama setahun terakhir, dan selama itu aku benar-benar merasa seperti robot,” tuturnya. Tasya mengaku bahwa meski sering terlihat ceria di depan kamera, ia sering mengalami kelelahan yang luar biasa dan burnout. “Kalau kalian melihatku di video dan kelihatan capek, mohon maklum ya, karena memang kadang aku kelelahan,” tambahnya.
Uang Bukan Segalanya
Salah satu hal yang paling menyentuh dari pengakuan Tasya adalah kritiknya terhadap anggapan bahwa kekayaan bisa menyelesaikan semua masalah. Ia kerap mendapat komentar seperti, “Kamu masih kaya, jadi nggak masalah,” atau “Jalani saja dengan kemewahan.” Namun, Tasya menegaskan bahwa hal itu tidak sepenuhnya benar. “Aku mengerti aku memang punya privilege, tapi itu tidak menghapus kenyataan bahwa aku juga manusia biasa yang bisa merasa terkuras secara mental. Tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan uang,” ujarnya dengan tegas.
Manusia Biasa di Balik Layar
Dalam video tersebut, Tasya juga menyampaikan pesan yang sangat manusiawi. “Aku hanya ingin kalian tahu bahwa aku juga manusia. Manusia yang bernapas, punya hati, punya kesalahan, dan punya beban hidup,” katanya. Ia berharap dengan berbagi cerita ini, orang-orang yang mengalami hal serupa tidak merasa sendirian.
Dukungan dan Rasa Syukur
Meski berat, Tasya tetap bersyukur karena memiliki orang-orang terdekat yang selalu mendukungnya. “Timku selalu ada untukku setiap hari, dan mamaku menjadi sahabat curhat yang luar biasa. Anak-anakku juga sangat sayang padanya,” ceritanya. Ia juga berbagi kabar baik bahwa insomnia yang selama ini mengganggunya mulai membaik. “Walaupun masih dengan bantuan obat, sekarang aku bisa tidur 8-10 jam. Itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri,” ungkapnya.
Pelajaran untuk Kita Semua
Kisah Tasya mengajarkan kita bahwa kesehatan mental tidak memandang status sosial atau materi. Setiap orang bisa mengalaminya, dan penting untuk tidak menghakimi atau meremehkan perjuangan orang lain. Jika kita merasa terbebani, tidak ada salahnya untuk mencari bantuan profesional atau berbagi cerita dengan orang terdekat. Dan jika ada teman atau keluarga yang sedang berjuang, dukungan kita sangat berarti.