Kabar membanggakan datang dari dunia kepemimpinan daerah. Eva Dwiana, Wali Kota Bandar Lampung, menerima penghargaan Apresiasi Perempuan Berpengaruh (APB) 2026 untuk kategori Leadership. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasinya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat dan pembangunan kota.
Meski berhalangan hadir, penghargaan tersebut diwakili oleh Dra. Maryamah, MM, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Pemerintah Kota Bandar Lampung. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Sraya Nusa The Opening Chapter yang berlangsung pada 11-13 September 2026 di Lippo Mall Nusantara Semanggi, Jakarta Selatan.
Gaya Kepemimpinan yang Turun ke Lapangan
Eva Dwiana dikenal sebagai pemimpin yang tidak hanya duduk di balik meja. Pendekatannya yang responsif dan langsung terjun ke masyarakat menjadi ciri khas kepemimpinannya. Hal ini terlihat dari berbagai kebijakan yang berorientasi pada pelayanan, pemberdayaan, dan kesejahteraan warga.
Sebagai kepala daerah perempuan, ia aktif memperkuat ekonomi kerakyatan. Berbagai langkah seperti pemberdayaan UMKM, kemudahan perizinan, promosi produk lokal, hingga revitalisasi pasar rakyat menjadi prioritas. Upaya ini membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan taraf hidup.
Fokus pada Layanan Publik dan Kesejahteraan
Di bawah kepemimpinannya, Pemerintah Kota Bandar Lampung memberikan perhatian serius pada layanan kesehatan, pendidikan, dan bantuan sosial. Komitmen ini membuahkan hasil nyata: Governance Award 2026 dan Juara I Nasional Creative Financing Tingkat Kota berhasil diraih. Penghargaan tersebut menjadi bukti inovasi dalam pembangunan dan tata kelola pemerintahan.
Konsistensi Eva Dwiana dalam menempatkan masyarakat sebagai fokus utama pembangunan menjadikannya sosok yang inspiratif. Ia membuktikan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan yang berdampak langsung bagi publik.
Representasi Perempuan di Ruang Kepemimpinan
Penghargaan APB 2026 kategori Leadership ini semakin menegaskan bahwa perempuan mampu menjadi motor penggerak perubahan. Kepemimpinan inklusif yang diusung Eva Dwiana menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat bukan sekadar program, melainkan langkah nyata menuju kota yang lebih maju dan berkelanjutan.
Bagi para perempuan Indonesia, kisah Eva Dwiana menjadi pengingat bahwa kontribusi di ruang publik tidak mengenal gender. Dengan integritas dan kerja keras, siapa pun bisa meninggalkan jejak positif bagi masyarakat luas.