Pernahkah Ibu merasa ragu dengan pencapaian sendiri? Merasa seperti penipu yang akan segera ketahuan? Jika iya, Ibu tidak sendirian. Impostor syndrome adalah kondisi psikologis yang membuat seseorang meragukan kemampuannya, dan sering dialami perempuan akibat konstruksi sosial yang dinamakan patriarki.
Akar Masalah: Pola Asuh dan Lingkungan
Aktris Nadine Alexandra dan podcaster Hannah Al Rashid berbagi pengalaman mereka dalam sebuah sesi komunitas. Nadine mengingat pesan ayahnya saat kecil: "Anak perempuan hanya perlu dilihat, tidak didengar." Kalimat itu terus terngiang dan membekas, membuatnya sulit menyuarakan pendapat hingga dewasa. Hannah menambahkan bahwa sejak kecil, anak perempuan dididik dengan bias gender yang nyata. Mereka dibatasi, sementara anak laki-laki didorong untuk bereksplorasi.
Di sekolah, Nadine pernah ditegur karena aktif di kelas, sementara siswa laki-laki tidak. Di dunia kerja, ia beberapa kali dipermalukan di depan umum oleh atasan. Pengalaman-pengalaman ini menginternalisasi rasa tidak layak dan memperkuat impostor syndrome.
Cara Menghadapi dan Mengatasinya
Meski akar masalahnya sistemik, ada langkah praktis yang bisa dilakukan untuk membangun kembali kepercayaan diri. Berikut beberapa di antaranya:
- Lakukan hal-hal yang disukai dan kelilingi diri dengan teman yang mendukung.
- Belajar dari berbagai sumber dan jadikan teman sebagai guru serta sekutu.
- Ubah pola pikir saat dipilih untuk suatu proyek: yakini bahwa ada alasan baik di baliknya.
- Fokus pada proses belajar, bukan hanya hasil akhir.
- Ingatlah bahwa perasaan tidak kompeten adalah hal yang wajar, namun jangan biarkan itu menghentikan langkah.
Nadine juga membagikan pandangan dari konsultan kreatif Vanessa Doms: alih-alih terus mencari penyebab, sadari celah yang bisa dikembangkan. "Mungkin kamu merasa seperti impostor karena kamu memang sedang dalam proses menjadi lebih baik. Tidak apa-apa," ujarnya. Jika ingin menjadi penulis, tanyakan pada diri: sudahkah menulis setiap hari? Sudahkah membaca banyak buku? Terus asah kemampuan, karena perjalanan masih panjang.
Yang terpenting, jangan menunggu dunia berubah. Mulailah dari diri sendiri: bangun kepercayaan diri, ambil kesempatan, dan buktikan bahwa Ibu layak. Seperti kata Hannah, "Mereka memilihku karena suatu alasan. Biarkan aku membuktikan bahwa aku memang pantas."