Kehamilan memang membawa banyak perubahan, termasuk pada indra penciuman. Wangi parfum yang dulu kamu sukai bisa tiba-tiba terasa berbeda, bahkan memicu rasa tidak nyaman. Yuk, kenali tiga hormon utama yang berperan dalam fenomena ini.

1. Hormon hCG

Human chorionic gonadotropin (hCG) adalah hormon yang terdeteksi saat tes kehamilan. Diproduksi oleh plasenta, hormon ini naik drastis di trimester pertama dan mencapai puncaknya di usia kehamilan 8-11 minggu. Reseptor hCG di sistem saraf pusat bisa meningkatkan rasa mual, sehingga aroma yang dulunya harum berubah menjadi pemicu mual.

2. Hormon Estrogen

Estrogen berfluktuasi selama kehamilan dan berperan penting dalam sistem reproduksi. Reseptor estrogen banyak ditemukan di sistem saraf pusat, termasuk di dalam hidung. Saat kadar estrogen melonjak, aroma bisa tercium lebih intens. Terkadang hal ini menyenangkan, tapi bisa juga membuatmu kewalahan.

3. Hormon Progesteron

Progesteron meningkat sepanjang kehamilan untuk menebalkan dinding rahim. Hormon ini juga memengaruhi sistem saraf pusat dan pemrosesan sensorik, meski kontribusinya pada perubahan penciuman tidak sebesar estrogen atau hCG. Perubahan hormon ini juga bisa terjadi saat siklus menstruasi, lho.

Jadi, kalau tiba-tiba kamu merasa parfum favorit berubah bau saat hamil, itu hal yang normal. Nikmati saja setiap perubahan sebagai bagian dari perjalanan kehamilanmu!