Pemadaman listrik bergilir masih melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa. PT PLN (Persero) terus memperbarui informasi daerah yang terkena dampak. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, secara langsung menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan ini.

Penyebab Listrik Padam

Menurut Darmawan, pemadaman terjadi akibat gangguan pasokan batu bara dan masalah teknis di dua pembangkit listrik besar milik mitra PLN. "Kami menghadapi kendala teknis di dua pembangkit Independent Power Producer yang terpaksa keluar dari sistem kelistrikan," jelasnya dalam konferensi pers.

Dampak pada UMKM

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengungkapkan bahwa pemadaman ini sangat merugikan pelaku usaha kecil. "Penjual es dan frozen food tidak bisa berjualan karena barangnya rusak. Omzet mereka turun drastis," ujarnya. Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, juga menyoroti hambatan produksi yang dialami UMKM dan berharap masalah ini selesai pada Juni 2026.

ASI Perah Basi, Keluhan Ibu Menyusui

Dampak lain yang tak kalah menyedihkan adalah rusaknya stok ASI perah (ASIP). Seorang ibu dengan akun @ginalevinaa membagikan kisahnya di media sosial: "Tabungan 5 bulan ASI-ku leleh dalam sehari gara-gara pemadaman bergilir. Definisi sakit tidak berdarah." Unggahannya viral, dan banyak netizen turut berbagi pengalaman serupa. @_ma*** menulis, "Sekitar 20 kantong ASI terbuang karena listrik padam."

Pemadaman listrik memang membawa dampak luas, mulai dari ekonomi hingga kebutuhan dasar keluarga. Semoga PLN segera mengatasi gangguan ini agar masyarakat bisa kembali beraktivitas normal.