Banyak yang mengira tugas seorang raja hanya sebatas seremonial dan politik. Namun, Raja Belanda, Willem-Alexander, membuktikan bahwa seorang pemimpin juga bisa memiliki passion di luar takhta. Diam-diam, ia telah menjadi kopilot paruh waktu untuk KLM Royal Dutch Airlines selama lebih dari dua dekade.
Identitas Rahasia di Kokpit
Untuk menjaga anonimitas, sang raja menggunakan nama samaran "Meneer van Buren"—sebuah penghormatan pada gelar bersejarah keluarga kerajaan. Dengan seragam standar KLM, ia berbaur dengan kru lainnya dan menyapa penumpang tanpa pernah mengungkap jati dirinya. "Bahkan jika ada yang mengenali suara saya, kebanyakan orang tidak mendengarkan dengan saksama," candanya.
Terbang Bukan Sekadar Hobi
Bagi Willem, menerbangkan pesawat adalah tanggung jawab besar. "Kamu memiliki pesawat, penumpang, dan kru. Kamu tidak bisa membawa masalah dari darat ke langit. Bagiku, itu adalah bagian paling menenangkan dari terbang," ujarnya. Kecintaannya pada penerbangan dimulai sejak 1985 saat ia mendapatkan lisensi pilot pribadi. Ia bahkan menjadi pilot sukarelawan di Kenya untuk misi medis dan satwa liar.
Pada 1994, ia memperoleh lisensi pilot militer dari sang kakek, Pangeran Bernhard. Willem mengaku akan menjadi pilot profesional jika tak terlahir sebagai bangsawan. Untuk menjaga lisensi komersialnya, ia rutin terbang dua hingga tiga kali sebulan, memenuhi syarat 150 jam terbang per tahun.
Evolusi Karier Penerbangan Sang Raja
Selama bertahun-tahun, Willem menerbangkan Fokker 70 untuk KLM Cityhopper. Setelah lebih dari 20 tahun, ia beralih ke Boeing 737 dan menyelesaikan penerbangan terakhir dengan model itu pada Maret 2026. Kini, ia tengah menjalani pelatihan untuk Airbus A321neo seiring transformasi armada KLM. Keahliannya juga digunakan untuk tugas kenegaraan, seperti menerbangkan pesawat pemerintah saat kunjungan kerajaan ke Georgia pada 2024.
Keamanan yang Mempermudah Anonimitas
Pasca-9/11, pintu kokpit yang terkunci justru menguntungkan sang raja. Sebelumnya, penumpang bisa leluasa masuk ke kokpit. Kini, dengan seragam KLM, ia jarang dikenali saat melintas di Bandara Schiphol. "Ini cara yang fantastis untuk meninggalkan tugas kerajaan di darat dan fokus pada hal lain," ungkapnya. Terbang menjadi pelarian mental dari tekanan memerintah 17 juta warga Belanda.
Rahasia yang Terbongkar
Meski identitasnya mulai terkuak dalam wawancara 2017, Willem telah terbang dengan nama samaran selama 21 tahun. Ia menyebut perannya sebagai "pilot tamu" yang memungkinkannya kembali cepat ke Belanda jika ada keadaan darurat. Ketertarikan pada penerbangan juga dimiliki anggota kerajaan lain, seperti mendiang Pangeran Philip yang mencatat hampir 6.000 jam terbang, serta Raja Thailand Maha Vajiralongkorn dan Ratu Suthida yang juga pilot terlatih.