Hidup serumah dengan orang tua lansia tentu membawa kebahagiaan tersendiri. Namun, di balik momen hangat bersama, ada tanggung jawab ekstra untuk menjaga kesehatan dan keselamatan mereka. Lansia rentan mengalami kondisi darurat seperti stroke dan jatuh. Karena itu, penting bagi kita sebagai keluarga untuk memahami tanda-tanda awal dan cara penanganan yang benar sebelum bantuan medis tiba.

Baru-baru ini, Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif FKUI-RSCM bersama Yayasan Kesejahteraan Muslimat Nahdlatul Ulama (YKM NU) menggelar acara SIGAP Lansia. Acara ini memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kegawatdaruratan pada lansia, mulai dari stroke, lemas, jatuh, hingga sesak napas. Berikut rangkuman informasi penting yang bisa Bunda praktikkan di rumah.

Kenali Gejala Stroke dengan Metode SEGERA

Metode SEGERA adalah cara mudah mengingat gejala stroke. Singkatan ini terdiri dari:

  • S – Senyum tidak simetris: Wajah tampak mencong, bibir turun sebelah, senyum tidak seimbang.
  • E – Extremitas lemah: Tangan atau kaki tiba-tiba lemas, sulit digerakkan, atau terasa kebas di satu sisi.
  • G – Gangguan bicara: Bicara pelo, sulit mengucapkan kata-kata, atau tidak mengerti pembicaraan.
  • E – Eyes (gangguan penglihatan): Penglihatan kabur mendadak, pandangan ganda, atau kesulitan melihat satu sisi.
  • R – Gangguan keseimbangan: Tubuh sempoyongan, sulit berjalan, atau pusing hebat.
  • A – Act Fast: Segera bertindak! Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang pemulihan dan kecil risiko kecacatan.

Metode FAST untuk Deteksi Cepat

Selain SEGERA, kita juga bisa menggunakan metode FAST yang mudah diingat:

  • Face: Minta orang tua tersenyum. Jika wajah terlihat mencong atau tidak simetris, waspada.
  • Arm: Minta angkat kedua lengan ke depan. Jika salah satu lengan turun atau tidak bisa diangkat, itu tanda kelemahan.
  • Speech: Ajak bicara dengan kalimat sederhana. Jika bicara pelo atau tidak mengerti, segera bertindak.
  • Time: Waktu adalah otak. Jika ada satu saja gejala, jangan tunda. Hubungi 119 atau bawa ke IGD terdekat.

Langkah Pertolongan Pertama pada Stroke

Jika Bunda mencurigai orang tua mengalami stroke, lakukan hal berikut:

  • Tetap tenang dan jangan panik.
  • Segera hubungi 119 atau IGD rumah sakit terdekat. Catat waktu munculnya gejala pertama.
  • Baringkan penderita dengan posisi kepala dan bahu sedikit lebih tinggi.
  • Jika muntah, miringkan kepala untuk mencegah tersedak.
  • Longgarkan pakaian yang ketat seperti kerah baju atau ikat pinggang.
  • Jangan tinggalkan penderita sendirian hingga bantuan datang.

Yang tidak boleh dilakukan:

  • Jangan memberi makan atau minum, risiko tersedak tinggi.
  • Jangan beri obat apa pun tanpa persetujuan dokter.
  • Jangan paksa penderita berdiri atau berjalan.
  • Jangan memijat atau mengurut bagian tubuh yang lumpuh.
  • Jangan menunggu gejala membaik dengan sendirinya, segera cari bantuan medis.

Pertolongan Pertama saat Lemas dan Jatuh

Lemas adalah kondisi tubuh terasa lemah, pusing, atau hampir pingsan. Ini bisa menjadi tanda awal masalah serius. Jika orang tua mulai lemas:

  • Segera dudukkan atau baringkan di tempat yang aman.
  • Longgarkan pakaian dan beri udara segar.
  • Jika sudah terjatuh, jangan langsung memindahkan paksa. Periksa apakah ada cedera kepala atau patah tulang.
  • Jika tidak ada cedera, bantu perlahan untuk duduk dan istirahat.
  • Jika ada luka atau patah tulang, lakukan imobilisasi (balut bidai) dan segera bawa ke IGD.

Kapan Harus ke IGD?

Bawa orang tua ke IGD segera jika:

  • Mengalami gejala stroke seperti di atas.
  • Jatuh dengan benturan kepala atau kehilangan kesadaran.
  • Sesak napas atau nyeri dada.
  • Lemas disertai muntah, kebingungan, atau tidak sadar.

Dengan pengetahuan ini, Bunda bisa lebih sigap dan percaya diri saat menghadapi kondisi darurat pada orang tua lansia. Ingat, waktu sangat berharga. Jangan ragu untuk mencari bantuan medis profesional.