Belakangan ini, berita tentang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor teknologi memang menghantui banyak orang. Namun, di balik kabar buruk tersebut, ada fakta menarik: perusahaan justru semakin membuka lowongan untuk posisi yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI). Artinya, bukan AI yang merebut pekerjaanmu, melainkan orang yang bisa menggunakan AI lah yang akan menggantikanmu.

Perubahan Lanskap Pekerjaan Teknologi

Data terbaru menunjukkan bahwa sejak awal tahun 2026, lebih dari 148 ribu pekerja teknologi kehilangan pekerjaan. Angka ini 46 persen lebih tinggi dibanding rata-rata tahun lalu. Tapi di sisi lain, permintaan akan kemampuan AI untuk posisi entry-level melonjak hampir tiga kali lipat. Kini, 35 persen lowongan untuk pemula mencantumkan keterampilan AI sebagai syarat.

Dampak paling terasa pada pengembang software berusia 22-25 tahun, yang jumlahnya turun hampir 20 persen sejak 2024. Sebaliknya, pekerja berusia 30 tahun ke atas justru meningkat 6-12 persen. Ini karena tugas-tugas dasar seperti menulis kode sederhana atau memperbaiki bug kini bisa dilakukan AI, sehingga perusahaan lebih membutuhkan tenaga ahli yang bisa mengawasi dan mengarahkan AI.

Keterampilan AI yang Paling Dicari

Menurut laporan PwC Global AI Jobs Barometer 2025, pekerja yang menguasai AI mendapatkan gaji rata-rata 56 persen lebih tinggi. Namun, untuk pemula kenaikannya hanya sekitar 6 persen, lalu meningkat seiring pengalaman. Keterampilan spesifik yang paling diburu perusahaan saat ini antara lain:

  • LangChain
  • Retrieval-Augmented Generation (RAG)
  • Vector Database
  • Framework Multi-Agent
  • PyTorch
  • TensorFlow

Tapi jangan terintimidasi! Untuk kamu yang baru memulai, langkah realistis adalah menunjukkan kemampuan menggunakan AI di bidang yang sudah kamu kuasai. Misalnya, jika kamu seorang pengembang software, tunjukkan bagaimana kamu memanfaatkan AI untuk menulis kode lebih efisien. Atau jika kamu di bidang keamanan siber, gunakan AI untuk mendeteksi ancaman lebih cepat.

Tips untuk Kamu yang Ingin Masuk atau Kembali ke Dunia Teknologi

Mulailah dengan mengikuti kursus online singkat tentang AI dan praktikkan dalam proyek kecil. Jangan lupa untuk memperbarui portofolio dengan contoh-contoh penggunaan AI. Networking juga penting, ikuti webinar atau komunitas teknologi yang fokus pada AI. Ingat, yang paling dicari bukan sekadar tahu AI, tapi mampu mengintegrasikannya ke dalam pekerjaan sehari-hari.

Jadi, jangan takut dengan perubahan. Justru inilah saat yang tepat untuk meningkatkan skill dan meraih peluang baru. Selamat berkarir di era AI!