Program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali membuka pendaftaran tahap II pada 30 Juni hingga 31 Juli 2026. Kesempatan ini sangat dinantikan, terutama bagi para ibu yang ingin mengembangkan karier sambil tetap dekat dengan suami dan anak.
Banyak calon peserta bertanya-tanya, apakah diperbolehkan membawa keluarga ke negara tujuan studi? Jawabannya: boleh, lho! LPDP bahkan menyediakan tunjangan khusus untuk pasangan dan anak, asalkan memenuhi syarat tertentu.
Siapa Saja yang Berhak Mendapat Tunjangan Keluarga?
Tunjangan keluarga hanya diberikan kepada penerima beasiswa program doktor (S3), dokter spesialis, dan dokter subspesialis. Untuk program magister (S2), tunjangan ini belum tersedia. Dana tunjangan diberikan maksimal untuk dua orang anggota keluarga, yaitu suami/istri dan satu anak. Besarannya masing-masing 25% dari dana hidup bulanan (living allowance) yang kamu terima.
Misalnya, jika living allowance-mu Rp30 juta per bulan, maka pasangan mendapat tambahan Rp7,5 juta dan anak juga Rp7,5 juta. Total tambahan Rp15 juta per bulan. Namun, anggota keluarga lain seperti orangtua, saudara, atau asisten rumah tangga tidak mendapatkan tunjangan.
Syarat dan Ketentuan Penting
Beberapa hal perlu diperhatikan agar tunjangan keluarga cair:
- Tunjangan mulai diberikan sejak pasangan dan anak benar-benar pindah dan menetap di lokasi studi.
- Jika anggota keluarga kembali ke Indonesia, kamu wajib melapor ke LPDP karena tunjangan akan dihentikan.
- Pengajuan tunjangan maksimal tiga bulan setelah dinyatakan lulus seleksi.
- Dokumen yang diperlukan: kartu keluarga, surat nikah, akta kelahiran anak, bukti perpindahan domisili, dan dokumen keimigrasian (untuk studi luar negeri).
Perubahan Syarat Pendaftaran yang Memudahkan
Pada tahap II ini, LPDP melakukan penyesuaian kebijakan yang lebih ramah bagi pendaftar. Salah satunya, pelonggaran syarat bahasa Inggris. Jika kamu sudah memiliki LoA Unconditional, tidak perlu lagi melampirkan sertifikat bahasa. Bagi yang belum punya LoA, kini bisa menggunakan tes Duolingo untuk tujuan luar negeri, atau TOEP dan sertifikat pusat bahasa untuk dalam negeri.
Peserta afirmasi seperti Putra-Putri Papua juga mendapat kemudahan: tidak diwajibkan memenuhi IPK minimum maupun sertifikat bahasa Inggris. Selain itu, daftar universitas unggulan bertambah dari 17 menjadi 31, khususnya untuk program STEM.
Bidang Studi yang Diprioritaskan
LPDP tahun ini fokus pada bidang STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika) dan STEM-related yang mendukung industri strategis nasional. Sekitar 80% alokasi beasiswa untuk bidang ini, seperti pangan, energi, pertahanan, AI, semikonduktor, kesehatan, dan maritim. Sisanya 20% untuk bidang SHARE (Sosial, Humaniora, Seni, Agama, dan Ekonomi).
Jadi, bagi Bunda yang berminat di bidang sosial atau keagamaan, masih ada peluang meski lebih terbatas.
Biaya yang Ditanggung LPDP
Beasiswa ini tidak hanya menanggung biaya kuliah, tetapi juga berbagai kebutuhan penunjang, seperti:
- Biaya pendaftaran dan uang kuliah
- Tunjangan buku
- Dana penelitian tesis/disertasi
- Biaya seminar internasional dan publikasi jurnal
- Tiket transportasi dan visa
- Asuransi kesehatan
- Dana hidup bulanan (living allowance) yang besarnya bervariasi, misalnya di AS sekitar Rp28,6–42,1 juta per bulan, di Inggris sekitar Rp28,4 juta.
- Settlement allowance dan dana darurat
- Program pengayaan bahasa bagi peserta afirmasi
Dengan dukungan penuh ini, Bunda bisa fokus belajar tanpa khawatir soal biaya keluarga. Yuk, segera siapkan dokumen dan daftarkan diri!