Bintang film laga internasional, Jet Li, akhirnya memutuskan untuk buka suara mengenai isu panas yang sudah lama membelit keluarganya. Dalam wawancara eksklusif di kanal YouTube pribadinya, pria berusia 63 tahun ini meluruskan tuduhan bahwa ia lebih mengutamakan dua putri dari pernikahan keduanya.

Fakta Mengejutkan di Balik Isu Pilih Kasih

Jet Li mengakui bahwa dirinya dan istri keduanya, Nina Li Chi, telah menyiapkan dana khusus untuk Si dan Taimi, dua putri dari pernikahan pertamanya dengan Huang Qiuyan. Jumlahnya? Cukup untuk menjamin kehidupan mereka hingga usia 100 tahun, bahkan jika mereka tidak bekerja sama sekali.

“Bahkan jika mereka tidak bekerja, mereka tetap akan memiliki uang. Kalau mereka bekerja, mereka hanya perlu mengurus diri sendiri dan ibu mereka,” ujar Jet Li dalam wawancara yang juga dihadiri putri bungsunya, Jada.

Pernyataan ini sontak menjadi perbincangan hangat di media sosial Tiongkok. Selama ini, publik kerap berspekulasi bahwa Jet Li lebih dekat dengan Jane (26) dan Jada (23), buah hatinya bersama Nina Li Chi, dibandingkan Si dan Taimi yang kini sudah berusia akhir 30-an.

Peran Istri dalam Menjaga Keharmonisan Keluarga

Menariknya, ide untuk menyiapkan dana jaminan bagi anak-anak tirinya justru datang dari Nina Li Chi. Bahkan sebelum menikah, ia sudah berjanji akan memperlakukan kedua putri sulung Jet Li dengan baik.

“Dia berkata, ‘Aku akan membiayai sekolah mereka. Aku akan mengurus semuanya. Kamu tidak perlu khawatir’,” kenang Jet Li. Aktor tersebut mengaku setuju karena yakin hal itu akan membantu membangun kedekatan antara anak-anaknya dengan ibu sambung mereka.

Jet Li juga menegaskan bahwa hubungan keempat putrinya tetap harmonis. Jada, putri bungsunya, membenarkan bahwa Si dan Taimi selalu memberikan perhatian saat ada kesempatan. Mereka rutin berkumpul setidaknya setahun sekali, baik di Singapura maupun Amerika Serikat.

Ayah yang Belajar Menjadi Ayah

Meski demikian, Jet Li jujur mengakui bahwa ia memang lebih terlibat dalam membesarkan Jane dan Jada. Alasannya, saat Si dan Taimi masih kecil, ia sedang sibuk mengejar karier dan mencari nafkah melalui film-film laga yang dibintanginya. Baru setelah krisis finansial Asia 1997, ia mulai merenungkan arti penting kehadiran seorang ayah.

“Saya dulu berpikir memberikan uang yang cukup dan pendidikan yang baik sudah cukup. Namun, saya benar-benar tidak tahu bagaimana berkomunikasi dengan anak-anak saya. Memberikan uang saja ternyata tidak cukup,” tuturnya.

Perubahan besar lainnya terjadi ketika Jada mengalami masalah depresi sejak usia tujuh tahun. Justru dari pengalaman pahit itulah Jet Li belajar menjadi ayah yang sesungguhnya.

“Kamulah yang mengubah hidupku sehingga aku menjadi seorang ayah yang sesungguhnya. Sebelum itu, aku hanya setengah menjadi seorang ayah,” kata Jet Li kepada Jada di hadapan kamera.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa menjadi orang tua bukan sekadar memberi materi, melainkan juga kehadiran dan kasih sayang. Jet Li, yang dulu dikenal sebagai pendekar tangguh di layar lebar, kini menunjukkan sisi lembutnya sebagai seorang ayah yang terus belajar.