Hai, Bunda! Pernah nggak si kecil tiba-tiba nanya, 'Bu, kenapa kucing punya tulang belakang, tapi cacing nggak?' atau 'Kenapa ayam bertelur, tapi sapi melahirkan?' Nah, daripada bingung jawabnya, yuk kita pelajari bareng-bareng cara mengenali dan mengelompokkan hewan dengan cara yang seru dan mudah dipahami.
Kenali Kingdom Animalia
Semua hewan di dunia ini termasuk dalam kingdom Animalia. Artinya, mereka adalah makhluk hidup bersel banyak, tidak bisa membuat makanan sendiri, dan punya cara unik untuk bertahan hidup. Dari yang ukurannya kecil seperti semut, sampai yang raksasa seperti gajah, semuanya punya ciri khas masing-masing. Para ilmuwan bahkan memperkirakan ada sekitar 9 juta spesies hewan di Bumi, lho! Tapi baru sekitar 1 juta aja yang berhasil diidentifikasi.
Berdasarkan Ada atau Tidaknya Tulang Belakang
Cara paling mudah untuk membedakan hewan adalah dengan melihat apakah mereka punya tulang belakang atau nggak. Hewan yang punya tulang belakang disebut vertebrata. Nah, vertebrata ini dibagi lagi jadi lima kelompok besar: ikan (Pisces), amfibi (seperti katak), reptil (ular, buaya), burung (Aves), dan mamalia (hewan menyusui seperti kucing, sapi, dan kita manusia).
Sebaliknya, hewan yang nggak punya tulang belakang disebut invertebrata. Ternyata, hampir 97% hewan di dunia termasuk invertebrata, lho! Contohnya serangga (kupu-kupu, semut), laba-laba, udang, siput, cacing tanah, bintang laut, ubur-ubur, dan spons laut. Mereka nggak punya tulang punggung, tapi tetap bisa bergerak dan hidup dengan cara mereka sendiri.
Berdasarkan Makanan Favoritnya
Bunda pasti sering dengar istilah herbivora, karnivora, dan omnivora. Ini cara lain yang seru buat ngajak si kecil mengenali hewan.
- Herbivora adalah hewan pemakan tumbuhan. Contohnya sapi, kambing, rusa, kelinci, dan jerapah. Mereka punya gigi geraham yang lebar buat mengunyah rumput atau daun.
- Karnivora adalah pemakan daging. Singa, harimau, buaya, ular, elang, dan hiu termasuk kelompok ini. Mereka punya taring tajam dan cakar buat berburu.
- Omnivora adalah hewan pemakan segalanya, baik tumbuhan maupun daging. Contohnya beruang, babi, ayam, bebek, tikus, dan manusia. Mereka lebih fleksibel dalam memilih makanan.
Berdasarkan Tempat Tinggal
Hewan juga bisa dikelompokkan dari habitatnya. Ada yang tinggal di darat (hewan terestrial) seperti kucing dan kuda, ada yang di air (akuatik) seperti ikan dan paus. Selain itu, ada hewan amfibi yang bisa hidup di dua alam, seperti katak. Ada juga hewan yang suka terbang di udara (aerial), tinggal di pohon (arboreal), atau menggali tanah (fossorial). Seru, kan?
Cara Hewan Berkembang Biak
Nah, ini topik yang sering bikin si kecil penasaran. Hewan berkembang biak dengan tiga cara utama:
- Ovipar atau bertelur. Embrio tumbuh di luar tubuh induk, seperti pada ayam, bebek, penyu, dan ikan.
- Vivipar atau beranak. Embrio tumbuh di dalam rahim induk, seperti pada kucing, sapi, dan manusia.
- Ovovivipar adalah gabungan keduanya. Telur menetas di dalam tubuh induk, lalu anaknya dilahirkan. Contohnya ular boa dan beberapa jenis hiu.
Dengan memahami klasifikasi ini, Bunda bisa lebih mudah menjelaskan keanekaragaman hewan pada si kecil. Yuk, ajak anak belajar sambil bermain mengenali hewan-hewan di sekitar kita!