Setelah enam tahun bergulat antara pekerjaan tetap dan panggilan musik, sebuah band yang digawangi oleh tiga personel akhirnya mengambil langkah berani. Mereka memutuskan untuk sepenuhnya terjun ke dunia musik, meninggalkan rutinitas kantoran yang selama ini menjadi sandaran finansial.

Keputusan Bersama yang Solid

Bagi mereka, langkah ini bukanlah keputusan individual. Sejak awal, ketiganya sepakat bahwa setiap perubahan besar dalam perjalanan band harus diputuskan bersama. "Tidak mungkin satu orang resign duluan, karena kami adalah tim," ungkap salah satu personel. Dengan komitmen kuat, mereka baru berani melangkah ketika seluruh anggota merasa siap secara mental dan finansial.

Keluarga Tetap yang Utama

Menariknya, alasan utama di balik keputusan ini bukan sekadar mengejar mimpi bermusik. Justru, keluarga menjadi pertimbangan nomor satu. Selama ini, prinsip hidup mereka adalah keluarga di atas segalanya, lalu pekerjaan kantor, dan musik di urutan ketiga. Namun, seiring popularitas band yang meningkat, jadwal manggung dan rekaman mulai menggerus waktu bersama keluarga. "Kami sadar, kalau dibiarkan, yang nomor satu malah terganggu. Maka pilihannya jelas: lepas pekerjaan kantor, bukan keluarga," tegas personel lainnya.

Enam Tahun Bukan Waktu yang Singkat

Proses menuju keputusan ini tidak instan. Butuh waktu enam tahun sejak mereka memulai band pada 2019 hingga akhirnya berani resign di 2025. Diskusi panjang, pertimbangan matang, dan restu dari orangtua menjadi bagian dari perjalanan. "Ini bukan keputusan gegabah. Kami benar-benar memikirkannya bertahun-tahun," pungkas mereka.