Pernahkah kamu merasa pipi tiba-tiba lebih tembam dan menganggapnya sebagai efek kenaikan berat badan? Itulah yang dialami Della Putriara, wanita 31 tahun asal Jambi. Awalnya ia santai saja melihat pipi kanannya terlihat lebih chubby. Namun, kekhawatiran mulai muncul saat pembengkakan hanya terjadi di satu sisi wajah dan disertai gusi bengkak yang sering berdarah tanpa rasa sakit.

Dari Curiga Hingga Diagnosis

Merasa ada yang aneh, Della memeriksakan diri ke dokter bedah mulut. Setelah menjalani rontgen dan CT scan, ia dirujuk ke dokter onkologi. Hasilnya mengejutkan: ia didiagnosis kanker mandibula atau kanker rahang. Tumor sudah merusak sebagian tulang rahang dan menyebar ke kelenjar getah bening. Dokter menyarankan operasi segera.

Menurut dokter, penyebab kanker rahang tidak selalu jelas. Sekitar 30 persen kasus terkait faktor keturunan, sementara 70 persen lainnya dipengaruhi lingkungan dan gaya hidup. Meski begitu, deteksi dini sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan.

Gejala Kanker Rahang yang Sering Diabaikan

Kanker rahang sering tidak bergejala di tahap awal. Gejala baru muncul saat tumor membesar. Berikut tanda-tanda yang perlu diwaspadai:

  • Benjolan atau pembengkakan di rahang, bisa nyeri atau tidak
  • Luka di mulut yang tidak kunjung sembuh atau mudah berdarah
  • Bercak merah atau putih di rongga mulut yang menetap
  • Sulit menelan atau membuka mulut
  • Mati rasa atau nyeri di area rahang

Jika kamu mengalami gejala tersebut, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Kanker rahang bisa diobati jika ditemukan lebih awal. Jangan anggap remeh perubahan kecil pada tubuh, karena bisa jadi itu adalah sinyal bahaya.