Kanker endometrium adalah jenis kanker yang menyerang lapisan dalam rahim. Meski lebih sering terjadi pada perempuan menopause, kasus ini juga bisa dialami oleh perempuan muda. Di Indonesia, kanker endometrium menempati urutan ketiga kanker ginekologi setelah kanker serviks dan ovarium, dengan angka kejadian yang meningkat dua kali lipat dalam beberapa tahun terakhir.
Bisakah Hamil Setelah Kanker Endometrium?
Jawabannya: bisa, dengan syarat tertentu. Dokter spesialis obstetri dan ginekologi subspesialis onkologi ginekologi, dr. Renny Anggia Julianti, menjelaskan bahwa perempuan dengan kanker endometrium stadium awal bisa menjalani program hamil melalui fertility-sparing therapy. Terapi ini menggunakan hormon untuk mengontrol pertumbuhan sel kanker tanpa mengangkat rahim.
Syaratnya, pasien harus berusia di bawah 40 tahun, memiliki sel kanker dengan derajat diferensiasi baik, dan kanker belum menyebar ke otot rahim. Setelah menjalani terapi hormonal selama 3-6 bulan, dokter akan mengevaluasi dengan USG. Jika hasilnya baik, kehamilan bisa segera direncanakan.
“Tidak ada keharusan untuk hamil dengan program bayi tabung, tapi cara ini dianggap lebih sesuai daripada menunggu hamil alami,” ujar Renny. Setelah hamil, Bunda tidak perlu perawatan khusus, cukup menjaga pola makan dan gaya hidup sehat. Namun, saat melahirkan, biasanya disarankan untuk menjalani pengangkatan rahim, jadi diskusikan dengan dokter.
Penyebab dan Faktor Risiko
Penyebab pasti kanker endometrium belum diketahui, tapi ketidakseimbangan hormon estrogen menjadi faktor utama. Beberapa faktor risiko yang perlu diwaspadai:
- Penggunaan obat yang mengandung estrogen atau menstimulasi estrogen, seperti suntik hormon program hamil
- Berat badan berlebih yang menyebabkan siklus haid tidak teratur
- Gaya hidup tidak sehat, seperti konsumsi gula atau tepung berlebihan
- Sindrom metabolik (diabetes, hipertensi, hipertrigliseridemia) – diabetes meningkatkan risiko hingga 4-5 kali lipat
- Faktor genetik, seperti Lynch syndrome atau mutasi gen BRCA
- Riwayat infertilitas
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Kenali gejala awal kanker endometrium agar bisa segera ditangani:
- Perdarahan vagina setelah menopause
- Perubahan pola haid, misalnya darah haid sangat banyak atau keluar flek di luar jadwal
- Keputihan abnormal atau bercampur darah
- Nyeri panggul dan perut bagian bawah
- Sakit saat berhubungan intim atau buang air kecil
- Perut terasa begah karena ukuran rahim membesar
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika kamu mengalami gejala-gejala di atas, terutama jika sedang merencanakan kehamilan. Dengan deteksi dini dan penanganan tepat, masih ada harapan untuk memiliki buah hati.