Bunda, pernahkah kamu merasa cemas saat scrolling Instagram atau TikTok dan melihat deretan botol ASI perah yang tersusun rapi di freezer? Rasanya seperti semua ibu lain punya stok berlimpah, sementara kamu hanya punya beberapa kantong. Perasaan ini wajar, tapi penting untuk diingat: apa yang terlihat di media sosial belum tentu mencerminkan realita.
Kisah Nyata: Saat Ekspektasi Tak Sesuai Kenyataan
Caitlin Wilder, seorang ibu dari Los Angeles, hampir membeli kulkas tambahan untuk menyimpan ASI berlebih yang ia bayangkan akan ia miliki. Namun, kenyataannya berbeda. "Yang saya lihat di internet hanyalah orang-orang memompa ASI dalam jumlah besar, mengisi botol pompa mereka, mengisi teko-teko penuh ASI," ujar Wilder, 37, dikutip dari TODAY. "Saya tidak pernah memompa ASI sebanyak itu dan saya merasa buruk tentang hal itu."
Wilder kemudian memutuskan untuk menunjukkan sisi lain dari menyusui. Ia membuat video yang memperlihatkan sedikit ASI yang berhasil dipompanya, sambil bernyanyi dengan konyol. Video itu viral dan mendapat banyak respons positif. "Banyak ibu yang sangat ingin melihat itu, dan tidak ada yang membagikannya," katanya.
Dampak Tren Stok ASIP di Media Sosial
Tanpa disadari, tren unggahan stok ASIP bisa membuat sebagian ibu merasa tertekan. Mereka merasa harus memiliki cadangan sebanyak mungkin, padahal setiap ibu memiliki perjalanan menyusui yang berbeda. Ada yang harus memompa banyak karena bekerja, ada yang menyusui langsung sepanjang hari, dan ada juga yang hanya menyimpan sedikit sebagai cadangan. Semua kondisi itu normal.
Berapa Banyak ASI Perah yang Normal?
Menurut ahli gizi terdaftar dan konsultan laktasi di Rumah Sakit Anak Philadelphia, Ann Cha, produksi ASI setiap ibu berbeda. Bayi biasanya minum 25 hingga 32 ons susu per hari. Jika seorang ibu memompa ASI secara eksklusif dalam delapan sesi per hari, targetnya adalah total gabungan hanya 3 hingga 4 ons per sesi. La Le League bahkan menyebutkan, ibu yang sebagian besar menyusui mungkin menghasilkan kurang dari 2 ons per sesi memompa.
Jumlah ASI yang keluar bisa berbeda-beda setiap sesi, dipengaruhi oleh:
- Usia bayi
- Seberapa sering bayi menyusu langsung
- Jadwal pumping
- Kondisi tubuh ibu
- Rasa lelah dan stres
- Kemampuan payudara menyimpan ASI
ASI biasanya lebih banyak keluar di pagi hari dibanding sore atau malam. Jadi, jangan bandingkan hasil pompaanmu dengan orang lain.
Keberhasilan Menyusui Bukan Soal Stok Freezer
Yang paling penting adalah tanda bahwa bayi mendapatkan cukup ASI, seperti:
- Berat badan bayi bertambah sesuai pertumbuhan
- Bayi tampak puas setelah menyusu
- Bayi cukup buang air kecil
- Bayi terlihat aktif
Setiap perjalanan menyusui unik. Ada bunda yang stok ASIP-nya bertahan berbulan-bulan, ada yang hanya punya beberapa kantong cadangan, bahkan ada yang memompa sesuai kebutuhan hari itu. Semuanya berjuang dengan caranya masing-masing.
Jadi, Bunda, jangan biarkan foto stok ASIP orang lain membuatmu merasa gagal. Nikmati proses menyusui dengan sehat dan nyaman, karena yang terpenting adalah hubungan antara kamu dan si kecil.