Hampir semua ibu hamil pernah merasakan mual di awal kehamilan, namun ada kondisi yang jauh lebih serius dari sekadar morning sickness biasa. Hiperemesis gravidarum (HG) adalah mual dan muntah ekstrem yang bisa berlangsung sepanjang kehamilan dan menguras tenaga. Sekitar 1-3 persen ibu hamil mengalaminya, dan studi terbaru dari Stanford Medicine mengungkap bahwa HG bukan sekadar ketidaknyamanan, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan ibu dan janin.
Apa Itu Hiperemesis Gravidarum?
Hiperemesis gravidarum berbeda dengan morning sickness biasa. Jika morning sickness biasanya mereda setelah trimester pertama, HG bisa bertahan lebih lama dan menyebabkan dehidrasi parah, penurunan berat badan lebih dari 5 persen, serta kekurangan nutrisi. Ibu dengan HG seringkali tidak bisa makan, minum, atau menjalani aktivitas sehari-hari tanpa bantuan medis.
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), HG didiagnosis ketika ibu hamil kehilangan berat badan signifikan dan mengalami ketosis urine akibat kekurangan cairan. Penanganan segera sangat penting untuk mengembalikan cairan tubuh dan mencegah komplikasi.
Studi Besar tentang Risiko HG
Penelitian yang dipublikasikan di American Journal of Epidemiology ini menganalisis data 2,5 juta kelahiran di California. Tim peneliti membandingkan ibu hamil yang dirawat inap karena HG dengan yang tidak, dan menemukan peningkatan risiko beberapa komplikasi serius.
Ibu hamil dengan HG berisiko lebih tinggi mengalami:
- Kelahiran prematur
- Anemia
- Bayi dengan berat lahir rendah atau kecil dari usia kehamilan
- Preeklampsia dan hipertensi gestasional
- Abrupsio plasenta (plasenta terlepas sebelum waktunya)
Penulis utama studi, Rebecca Gardner, menyatakan bahwa rawat inap karena HG menjadi penanda bahwa kehamilan tersebut berisiko tinggi terhadap berbagai komplikasi. Ini berarti HG tidak bisa dianggap remeh.
Mengapa HG Meningkatkan Risiko?
Para peneliti menduga bahwa muntah berulang pada HG menyebabkan kekurangan nutrisi penting, terutama asam folat, yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan plasenta dan janin. Kekurangan nutrisi ini dapat mengganggu pembentukan plasenta, sehingga memicu komplikasi seperti preeklampsia dan gangguan pertumbuhan janin.
Selain itu, sekitar seperempat pasien HG kehilangan lebih dari 15 persen berat badan sebelum hamil. Padahal, kenaikan berat badan yang cukup sangat penting untuk mendukung kehamilan yang sehat.
Kapan Harus ke Dokter?
Jangan tunda untuk berkonsultasi jika Bunda mengalami:
- Muntah terus-menerus sehingga tidak bisa makan atau minum
- Penurunan berat badan drastis
- Rasa lemas berlebihan
- Tanda dehidrasi seperti urine pekat dan jarang buang air kecil
Penanganan dini, seperti pemberian cairan infus dan obat anti-mual, dapat membantu menjaga kesehatan ibu dan janin serta menurunkan risiko komplikasi. Ingat, HG bukan kondisi yang bisa diabaikan. Dengan deteksi dan perawatan yang tepat, Bunda tetap bisa menjalani kehamilan dengan lebih aman.