Bunda, pasti penasaran kan, bagaimana bisa sebuah rumah yang sudah lama kosong dan dikenal angker justru diburu banyak pembeli? Baru-baru ini, sebuah rumah bergaya Queenslander di kawasan elite Paddington, Brisbane, menjadi buah bibir setelah berhasil terjual melalui lelang dengan harga mencapai Rp39 miliar. Padahal, rumah tersebut sudah tidak berpenghuni sejak era 1990-an.

Misteri di Balik Tembok Tua

Rumah di 31 Perrott Street ini menyimpan banyak cerita. Selama puluhan tahun, bangunan itu dibiarkan begitu saja, lengkap dengan isinya: furnitur antik, mainan anak-anak, hingga perlengkapan rumah tangga. Kondisi inilah yang memicu berbagai rumor mistis di kalangan warga. Namun, justru keunikan dan sejarah panjangnya yang membuat properti ini begitu istimewa.

Lelang yang Spektakuler

Agen properti dari Ray White Paddington, Max Hadgelias, menceritakan bahwa minat terhadap rumah ini sangat tinggi. Lelang diikuti oleh 15 peserta resmi dan disaksikan sekitar 150 orang. Prosesnya berlangsung cepat, dimulai dari penawaran awal sebesar Rp34,6 miliar, lalu terus merangkak naik hingga akhirnya terjual di angka Rp39 miliar setelah sekitar selusin penawaran.

"Keluarga pemilik sangat senang karena rumah yang telah diwariskan turun-temurun ini akhirnya memiliki pemilik baru. Kini ada keluarga baru yang akan menghidupkan kembali rumah tersebut," ujar Hadgelias.

Pembeli Baru: Keluarga Lokal dengan Mimpi Restorasi

Pembeli rumah ini adalah sebuah keluarga lokal yang berencana merenovasi total bangunan tua tersebut. Mereka ingin mengembalikan kejayaan rumah bergaya Queenslander itu sambil mempertahankan elemen arsitektur klasiknya, seperti kaca patri, panel kayu, dan langit-langit logam bermotif. Lokasinya yang strategis di pusat Brisbane dengan pemandangan kota juga menjadi daya tarik utama.

Sejarah Panjang dan Nilai Arsitektur

Menurut sejarawan arsitektur Marianne Taylor, rumah ini diperkirakan dibangun sekitar tahun 1914–1915, bahkan mungkin lebih tua. Ia menemukan banyak barang antik di dalamnya, mulai dari meja makan yang masih tertata rapi hingga makanan di lemari. "Ruang bawah tanahnya diduga pernah digunakan sebagai tempat perlindungan saat perang. Rumah ini benar-benar menyimpan sejarah," ungkap Taylor.

Properti ini berdiri di atas lahan seluas 473 meter persegi dan terdiri dari tiga lantai. Selain bangunan utama, terdapat tambahan bangunan bata dan unit terpisah dengan akses sendiri. Atapnya yang dipenuhi tanaman liar semakin menambah kesan misterius.

Pelajaran Berharga

Kisah ini mengajarkan kita bahwa di balik kesan angker, sebuah properti bisa memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang tinggi. Bagi para pencinta rumah antik atau investor, rumah berhantu seperti ini bisa menjadi harta karun yang tak ternilai. Jadi, Bunda, jangan ragu untuk melihat potensi di balik cerita-cerita misterius ya!