Setiap orang pasti pernah bertemu dengan individu yang secara usia sudah dewasa, tetapi cara berpikir dan bertindaknya masih seperti anak-anak. Sikap childish ini bukan hanya mengganggu, tapi juga bisa menghambat hubungan sosial dan karier. Psikolog klinis Susan Heitler, Ph.D., pernah membahas perbedaan antara usia fisik dan usia emosional. Usia fisik dihitung dari tahun kelahiran, sedangkan usia emosional tercermin dari reaksi dan kebiasaan sehari-hari. Orang dewasa seharusnya bisa tenang menghadapi masalah, sementara anak-anak cenderung impulsif. Lalu, apa saja ciri orang dewasa yang masih kekanakan? Simak ulasannya berikut ini.
Ciri-ciri Orang Dewasa yang Childish
1. Sulit Mengakui Kesalahan
Orang dewasa yang matang mampu menerima bahwa dirinya tidak selalu benar. Mereka bisa berempati dan bertanggung jawab atas tindakannya. Sebaliknya, individu childish cenderung mengalihkan kesalahan ke orang lain. Mereka defensif dan tidak mau merenungkan perbuatannya sendiri. Akibatnya, orang di sekitarnya merasa frustrasi karena selalu disalahkan.
2. Suka Memulai Pertengkaran karena Hal Sepele
Anak-anak sering marah jika keinginannya tidak terpenuhi. Sayangnya, ada orang dewasa yang masih membawa kebiasaan ini. Mereka mudah tersulut emosi dan menciptakan drama dari masalah kecil. Orang dewasa sejati mampu menyelesaikan konflik dengan tenang dan saling menghormati.
3. Menghindari Tanggung Jawab
Ketika terjadi masalah, individu childish akan menyangkal perannya atau menyalahkan situasi. Mereka enggan duduk bersama untuk membahas solusi. Sebaliknya, orang dewasa emosional siap mengakui kesalahan dan mencari jalan keluar bersama.
4. Sering Membatalkan Rencana di Menit Terakhir
Manajemen waktu yang buruk menjadi ciri khas orang childish. Mereka tidak memikirkan dampak pembatalan mendadak pada orang lain. Jika ini terjadi terus-menerus, wajar jika teman-temannya akhirnya enggan mengundang mereka lagi.
5. Kehilangan Identitas Diri dan Suka Meniru
Individualitas adalah bagian dari kedewasaan. Orang yang childish sering meniru gaya atau perilaku orang lain karena belum menemukan jati diri. Mereka bergantung pada orang lain dalam mengambil keputusan dan kurang memiliki kemandirian emosional.
6. Kurang Empati
Empati adalah kemampuan memahami perasaan orang lain. Orang dengan sifat childish menunjukkan ketidakmampuan ini dalam berbagai tingkatan. Mereka sulit merasakan apa yang dirasakan orang lain, sehingga sering bersikap egois.
7. Menimbun Barang Tidak Berguna
Keterikatan berlebihan pada benda membuat mereka sulit melepaskan barang lama. Meskipun sentimentalitas wajar, menimbun barang hanya karena kenangan bisa menjadi tanda ketidakmampuan melepaskan masa lalu.
Mengenali ciri-ciri ini penting agar kamu bisa lebih bijak memilih teman, pasangan, atau rekan kerja. Selain itu, introspeksi diri juga perlu dilakukan agar kita tidak terjebak dalam sikap childish. Kedewasaan emosional bisa dilatih dengan belajar bertanggung jawab, berempati, dan mengelola emosi dengan baik.