Memasuki hari kedelapan MPASI, mungkin Moms bertanya-tanya mengapa si kecil belum juga lancar menelan makanan. Padahal, ia tampak antusias membuka mulut saat sendok mendekat. Jangan buru-buru panik, karena ini adalah bagian normal dari proses belajar bayi.

Mengapa Bayi Sering Mengeluarkan Makanan?

Sejak lahir, bayi terbiasa dengan gerakan mengisap yang melibatkan lidah mendorong ke depan dan ke atas. Sementara untuk menelan makanan semi-padat, lidah justru harus bergerak ke belakang. Dua gerakan ini sangat berbeda dan butuh latihan. Refleks dorong lidah atau tongue thrust reflex yang masih kuat di awal MPASI sering membuat makanan terdorong keluar. Ini bukan berarti bayi menolak makanan, melainkan ia sedang belajar mengoordinasikan gerakan baru.

Berapa Lama Adaptasi MPASI yang Normal?

Tidak ada patokan pasti, karena setiap bayi unik. Ada yang mulai lancar di hari kelima, ada pula yang butuh hingga minggu ketiga atau keempat. Yang perlu Moms perhatikan adalah adanya kemajuan kecil, seperti:

  • Bayi mulai lebih jarang mengeluarkan makanan.
  • Antusiasme meningkat saat melihat sendok.
  • Sesi makan bertahan lebih lama dari sebelumnya.
  • Bayi menunjukkan reaksi terhadap rasa, misalnya mengernyit saat asam.

Di hari ke-8, proses ini masih sangat awal. Jadi, jangan membandingkan dengan bayi lain yang mungkin sudah lahap.

Lemak: Komponen Penting Sejak Awal MPASI

Banyak ibu yang menunda pemberian lemak tambahan, padahal rekomendasi IDAI justru menekankan pentingnya lemak sejak hari pertama. Lemak memberikan energi padat yang dibutuhkan bayi, terutama untuk pertumbuhan otak yang pesat. Menambahkan extra virgin olive oil (EVOO) adalah langkah yang tepat. Selain EVOO, Moms bisa mencoba minyak kelapa, mentega tawar, atau kuning telur yang dicampur ke dalam puree.

Tanda MPASI Berjalan Baik di 2 Minggu Pertama

Daripada fokus pada jumlah makanan yang masuk, perhatikan hal-hal berikut:

  • Bayi mau membuka mulut saat disuapi.
  • Tidak ada reaksi alergi seperti ruam atau gangguan napas.
  • BAB masih normal, meski bisa berubah warna dan konsistensi.
  • Bayi tetap aktif menyusu ASI atau susu formula.
  • Berat badan tidak turun, meski mungkin stagnan.
  • Tidak ada muntah berlebihan atau tangisan histeris saat makan.
  • Ada kemajuan kecil dari waktu ke waktu.

Volume Makan di Awal MPASI

Di dua minggu pertama, ASI atau susu formula tetap menjadi sumber nutrisi utama. MPASI berfungsi untuk mengenalkan rasa, tekstur, dan melatih keterampilan menelan. Jadi, tidak masalah jika hanya satu atau dua sendok yang benar-benar tertelan. Yang penting, jangan kurangi frekuensi menyusu secara drastis.

Tips Agar Sesi Makan Lebih Lancar

Beberapa hal yang bisa Moms coba untuk membantu si kecil lebih fokus dan nyaman saat makan:

  • Pilih waktu yang tepat, sekitar 1-1,5 jam setelah menyusu, saat bayi lapar ringan.
  • Pastikan posisi duduk bayi tegak dan stabil.
  • Hindari distraksi seperti TV atau mainan yang bisa mengalihkan perhatian.
  • Perhatikan tekstur makanan; buat puree yang tidak terlalu encer atau kental, seperti yogurt.

Memantau Kecukupan ASI Selama MPASI

Karena ASI masih menjadi andalan, penting untuk memastikan produksinya tetap baik. Sayangnya, banyak ibu yang belum memahami tanda-tanda bayi kurang ASI. Padahal, informasi ini krusial saat transisi MPASI. Jika Moms menggunakan ASI perah, pastikan cara penyimpanan dan pemanasannya tepat agar kualitasnya tetap terjaga.

Intinya, Moms, kesabaran adalah kunci. Setiap bayi punya waktunya sendiri untuk mahir menelan. Selama tidak ada tanda bahaya, nikmati proses ini dan terus berikan yang terbaik untuk si kecil.