Buah naga kuning, atau yang punya nama ilmiah Selenicereus megalanthus, punya daya tarik yang berbeda dari saudaranya yang merah atau putih. Kulitnya yang kuning cerah dan dagingnya yang manis dengan biji hitam kecil bikin siapa saja tergoda. Uniknya, rasa buah ini sering disamakan dengan campuran anggur dan leci, lho. Buah ini juga kaya akan vitamin C, antioksidan, dan serat yang baik untuk tubuh.

Tanaman buah naga kuning ini sebenarnya masuk keluarga kaktus. Ia tumbuh merambat, jadi butuh tiang penopang yang kuat. Pertumbuhannya memang agak lebih lambat jika dibandingkan dengan buah naga merah. Akar dan batangnya juga lebih ramping. Tapi, dengan perawatan yang tepat, kita bisa menikmati manisnya buah hasil tanam sendiri.

Memulai Langkah Pertama dengan Benar

Langkah awal yang krusial adalah menentukan lokasi tanam. Buah naga kuning doyan banget sama sinar matahari penuh, minimal delapan jam sehari. Pilih lahan yang drainasenya baik, supaya air tidak menggenang dan bikin akar busuk. Tanah yang ideal punya pH sekitar 5,5 sampai 7,0 dan gembur. Tempat yang cerah dan tidak terlalu lembap akan merangsang pertumbuhan batang dan bunga, sehingga buahnya pun jadi lebih maksimal.

Selanjutnya, kita harus pintar memilih bibit. Carilah bibit dari tanaman induk yang sehat, bebas hama dan penyakit, dan sudah beberapa kali berbuah. Bibit dari indukan yang produktif biasanya punya pertumbuhan yang lebih kuat dan kualitas buah yang lebih baik. Pilih batang yang tua, kokoh, dan tidak cacat. Dengan bibit unggul, tanaman kita akan lebih cepat tumbuh dan tahan banting.

Teknik Stek dan Penyemaian yang Tepat

Biasanya, buah naga kuning diperbanyak dengan stek batang. Potong batang sepanjang 20 sampai 30 sentimeter dengan alat yang bersih dan tajam. Bagian atas dipotong rata, sedangkan bagian bawah dibuat miring supaya gampang keluar akar. Setelah dipotong, jangan langsung ditanam. Jemur dulu beberapa hari sampai luka potongannya kering, biar nggak gampang busuk. Kita juga bisa celupkan pangkal stek ke hormon perangsang akar untuk mempercepat tumbuhnya akar.

Setelah itu, stek kita semai dulu di polybag atau bedengan yang berisi media gembur dan lembap. Letakkan di tempat yang terang, tapi jangan kehujanan. Selama penyemaian, jaga kelembapan media dan hindari genangan air. Bibit siap dipindah ke lahan kalau akarnya sudah kuat, tunasnya tumbuh baik, dan tingginya sudah sekitar 40 sampai 50 sentimeter.

Menyiapkan Lahan dan Media Tanam yang Subur

Lahan tanam harus bersih dari gulma dan sisa tanaman lain. Buat lubang tanam dengan ukuran sekitar 40 sampai 60 sentimeter. Jarak tanamnya jangan terlalu rapat, kira-kira 2 x 2,5 meter. Jarak yang cukup lebar penting untuk sirkulasi udara dan cahaya matahari.

Nah, media tanamnya juga harus kita racik dengan pas. Campurkan tanah galian dengan pasir, kompos atau pupuk kandang yang matang, dolomit, dan sedikit pupuk NPK. Campuran ini bikin media jadi gembur, subur, dan punya aerasi yang baik. Pasir membantu drainase, kompos menambah nutrisi, dan dolomit menjaga pH tanah tetap stabil.

Menanam dan Merawat dengan Cermat

Karena tanaman ini merambat, kita wajib memasang tiang penopang. Gunakan tiang beton atau kayu setinggi sekitar dua meter dan tanam dengan kokoh. Di bagian atas tiang, bisa kita pasang lingkaran besi supaya batang nggak jatuh. Penopang yang baik akan membuat tanaman tumbuh tegak dan memudahkan perawatan.

Saat menanam bibit, lepaskan polybag dengan hati-hati. Masukkan bibit ke lubang tanam, lalu timbun dengan media yang sudah disiapkan sambil ditekan pelan-pelan. Ikat batang pada tiang penopang dengan tali yang tidak terlalu kencang. Penyiraman dilakukan secukupnya, menyesuaikan cuaca. Saat musim kemarau, siram lebih sering, tapi jangan sampai becek. Ketika sudah mulai berbunga dan berbuah, penyiraman bisa dikurangi supaya buahnya manis.

Pemupukan juga penting. Pada fase pertumbuhan batang, gunakan pupuk dengan nitrogen tinggi. Saat mau berbunga, ganti dengan pupuk yang banyak fosfor dan kalium. Jangan lupa rajin menyiangi gulma, memangkas cabang yang tidak produktif, dan memantau hama penyakit.

Menjawab Rasa Penasaran Seputar Buah Naga Kuning

Banyak yang bertanya, bisakah buah naga kuning ditanam di dataran rendah? Ternyata bisa, asalkan dapat sinar matahari penuh dan drainase baik. Tapi, pertumbuhannya memang lebih optimal di daerah yang lebih sejuk.

Soal waktu berbuah, biasanya tanaman dari stek mulai berbuah pada umur 1–2 tahun. Kalau pakai teknik sambung atau grafting ke batang bawah buah naga merah, bisa lebih cepat, sekitar 9 bulan setelah tanam.

Kenapa buah naga kuning lebih manis? Karena kandungan sakrosa dan fruktosanya lebih tinggi daripada varietas lain. Makanya rasanya lebih manis dan aromanya harum.

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah menanam di lahan yang becek. Buah naga kuning itu sensitif banget sama genangan air, bisa bikin akar busuk. Jadi, pastikan drainase tanahnya bagus, ya.