Siapa sangka, di balik panggung megah dan sorotan lampu, vokalis Kangen Band ini punya selera yang sangat sederhana. Andika Mahesa, begitu nama aslinya, mengaku lebih jatuh hati pada masakan rumahan khas kampung halaman daripada menu berbintang lima. Baginya, kelezatan masakan tidak diukur dari kemewahan penyajian, melainkan dari keautentikan rasa yang mampu membangkitkan kenangan.

Tempoyak dan Ikan Asin, Primadona di Lidah Andika

Ketika disinggung soal makanan favorit, Andika dengan antusias menyebut tempoyak dan ikan asin. Dua hidangan sederhana ini baginya adalah representasi cita rasa masa kecil yang tidak bisa digantikan oleh steak atau pasta. Ia merasa, makanan tradisional punya 'jiwa' yang membuatnya selalu rindu.

Bagi Andika, mencari warung makan yang menyajikan menu andalannya adalah sebuah petualangan tersendiri. Ia rela berkeliling kota demi menemukan sepiring tempoyak yang nikmat. Kepuasan lidahnya jauh lebih penting daripada kenyamanan ruangan ber-AC hotel.

Ayam? Hanya Jika 'Berjaket'

Uniknya, Andika punya pantangan pribadi terhadap daging ayam. Ia mengaku tidak terlalu menyukai ayam, kecuali jika diolah dengan cara tertentu. "Paling makan ayam itu kalau dibungkus pakai jaket, ada tepungnya gitu," ujarnya sambil tersenyum. Maksudnya, ayam goreng tepung yang renyah adalah satu-satunya olahan ayam yang bisa ia nikmati.

Kebiasaan ini tentu membuat pilihan makannya semakin terbatas saat di perjalanan. Namun, ia tidak pernah keberatan. Justru, ia semakin termotivasi untuk mencari alternatif menu yang sesuai dengan seleranya.

Khawatir Makanan Hotel Dipanaskan Berulang Kali

Andika punya alasan logis mengapa menghindari makanan hotel. Ia khawatir hidangan yang disajikan sudah melalui proses pemanasan berulang kali. "Sayur juga berapa kali diangetin kan nggak, nggak nanya kita," candanya. Kekhawatiran ini membuatnya lebih memilih makanan yang baru dimasak di warung.

Meski sang istri yang berprofesi sebagai dokter kerap mengingatkan soal kebersihan, Andika tetap pada pendiriannya. Ia merasa makanan di luar lebih sesuai dengan selera dan prinsipnya. "Orang kampung sukanya makan yang di luar," tegasnya.

Kesederhanaan yang Menginspirasi

Kisah Andika ini menjadi pengingat bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari hal-hal mewah. Baginya, sepiring tempoyak dan ikan asin di warung pinggir jalan sudah lebih dari cukup. Gaya hidupnya yang rendah hati ini pun menginspirasi banyak penggemar untuk tetap menghargai kesederhanaan.

Di tengah gemerlap dunia hiburan, Andika Kangen Band membuktikan bahwa menjadi bintang tidak harus melupakan akar dan budaya sendiri. Justru, dengan tetap setia pada selera lokal, ia terlihat semakin berkelas.