Kabar tentang Mahalini Raharja yang kembali membawakan lagu 'Percuma' memang bikin heboh. Pasalnya, lagu ini sebelumnya sudah lebih dulu populer lewat suara Anggis Devaki dan Betrand Peto. Versi anyar dari Mahalini dirilis pada 28 Agustus 2026, sementara versi duet Anggis dan Betrand sudah hadir sejak 27 Juni 2025.

Jarak rilis yang tidak terlalu lama membuat banyak orang bertanya-tanya. Apakah ini semacam persaingan? Atau ada alasan lain di balik perilisan ulang ini? Mahalini pun akhirnya buka suara melalui kolom komentar di TikTok.

Penjelasan Mahalini Soal Hak dan Kontrak

Dalam tanggapannya, Mahalini menegaskan bahwa sebagai pencipta lagu, dirinya punya hak untuk menyanyikan kembali karya sendiri. Ia juga membeberkan bahwa kontrak dengan penyanyi sebelumnya hanya berlangsung satu tahun dan bukan sistem beli putus.

“Lagu ini memang kontraknya hanya setahun dan sebelum rilis sudah dibicarakan tentang legalitas dan sudah dikasih tau ke penyanyi sebelumnya juga kok,” tulis Mahalini.

Ia juga menambahkan bahwa semua proses sudah dipastikan tidak melanggar hukum. “Yang aku tahu, semua ini sudah dipastikan tidak keliru secara hukum dan tidak ada missed pemberitahuan. Terima kasih,” lanjutnya.

Respons Publik yang Beragam

Di media sosial, komentar warganet terbelah. Ada yang mendukung langkah Mahalini, tapi tak sedikit pula yang menyayangkan. Sebagian menilai seolah-olah Mahalini tidak mau kalah dengan Anggis Devaki. Bahkan, muncul anggapan bahwa ia seharusnya meminta izin lebih dulu ke Anggis.

Isu ini semakin ramai setelah Anggis membuat unggahan di Threads yang menyiratkan bahwa ia tidak tahu rencana perilisan versi Mahalini. Namun, Mahalini menegaskan bahwa pemberitahuan sudah dilakukan sejak awal.

Perjalanan Lagu 'Percuma'

'Percuma' merupakan karya yang ditulis Mahalini bersama Mohammed Kamga dan Martinus Tintin. Sebelum versi resmi Mahalini rilis, lagu ini lebih dulu dikenal lewat duet Anggis dan Betrand. Mahalini juga sempat membawakannya di panggung, termasuk saat KOMA Live in Concert.

Kini, publik pun menantikan bagaimana kelanjutan dari polemik ini. Yang jelas, Mahalini sudah memberikan klarifikasi yang cukup jelas. Semoga semua pihak bisa memahami dan menghargai proses kreatif yang ada.