Kabar perceraian memang selalu membawa duka, tapi di balik itu ada kisah kedewasaan yang patut dicontoh. Audi Marissa dan Anthony Xie, pasangan yang tengah menjalani proses perceraian, justru memperlihatkan komitmen luar biasa dalam mengasuh buah hati mereka. Meski rumah tangga tidak lagi utuh, keduanya sepakat untuk tetap hadir dan memberikan kasih sayang penuh untuk sang anak.

Kesepakatan yang Dibangun dengan Kepala Dingin

Menurut kuasa hukum Anthony Xie, Rendi Rumapea, sebelum gugatan cerai dilayangkan, Audi dan Anthony sudah duduk bersama membicarakan masa depan anak mereka. Keduanya sepakat bahwa perceraian bukan alasan untuk saling menjauh, terutama dari sang buah hati.

"Mereka sudah membicarakan yang baik-baik sebelum adanya gugatan cerai," ujar Rendi saat ditemui di kawasan Pasar Minggu, Kamis (3/9/2026). "Jadi meskipun hubungan rumah tangga mereka tidak bisa berjalan lagi, mereka tetap fokus untuk parenting terhadap anaknya."

Hak Asuh di Tangan Anthony, Tapi Audi Tetap Punya Peran

Keputusan hak asuh memang jatuh ke tangan Anthony Xie. Namun, bukan berarti Audi Marissa kehilangan perannya sebagai ibu. Keduanya telah menyepakati pola pengasuhan bersama, di mana Audi tetap memiliki akses untuk bertemu dan mengasuh anak mereka.

"Tidak ada yang merasa keberatan karena semuanya sudah disepakati sebelumnya. Anak berada di Anthony, tapi Audi tetap bisa bertemu tanpa pembatasan," jelas Rendi.

Kunci Utama: Anak Tidak Merasa Kehilangan

Yang paling penting dari semua ini adalah bagaimana anak tetap merasakan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Audi dan Anthony ingin memastikan bahwa perceraian tidak membuat anak kehilangan sosok ayah maupun ibunya. Mereka berusaha menjalani aktivitas bersama yang berkaitan dengan kebutuhan anak, sehingga si kecil tidak merasakan perubahan yang berarti.

"Bagaimana caranya si anak ini tidak merasakan kehilangan ayah dan ibunya saja. Jadi meskipun bercerai, anak ini tetap merasakan hal yang serupa seperti sebelum adanya perceraian," pungkas Rendi.

Kisah Audi dan Anthony ini menjadi pengingat bahwa perceraian bukanlah akhir dari segalanya. Selama ada komunikasi dan kesepakatan yang baik, anak-anak tetap bisa tumbuh bahagia meski orang tuanya tidak lagi bersama. Semoga langkah bijak ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak pasangan lain.