Kehamilan dan persalinan sering dianggap momen membahagiakan, tetapi bagi sebagian ibu, prosesnya bisa menjadi perjuangan hidup dan mati. Serena Williams, legenda tenis dunia, pernah mengalaminya dan kini ia bersuara lantang untuk kesehatan perempuan.

Pada 2017, Serena melahirkan putrinya, Alexis Olympia, melalui operasi caesar darurat. Namun, komplikasi serius muncul setelahnya. Ia mengalami batuk hebat yang menyebabkan luka operasinya terbuka, dan dokter menemukan hematoma besar di perutnya. Serena kemudian harus menjalani serangkaian operasi dan berjuang melawan emboli paru selama enam hari.

“Saya tahu ada yang tidak beres dengan kondisi saya, dan sangat penting bagi saya untuk didengarkan,” kenang Serena dalam sebuah diskusi panel di Forbes Power Women Summit 2026. Ia bersyukur dokternya mendengarkan keluhannya dan segera mengambil tindakan yang menyelamatkan nyawanya.

Pengalaman itu membuka mata Serena bahwa masalah kesehatan ibu bukan hanya dialami oleh kelompok minoritas, melainkan perempuan dari berbagai latar belakang. “Awalnya saya mengira ini hanya masalah bagi kelompok minoritas, namun kemudian saya menyadari bahwa ini adalah masalah bagi kaum perempuan,” ujarnya.

Sejak itu, Serena aktif memperjuangkan peningkatan akses layanan kesehatan bagi perempuan dan komunitas yang kurang terwakili. Ia juga menjabat sebagai entrepreneur in residence pertama untuk program Reckitt Catalyst, yang mendukung wirausahawan perempuan dalam mengembangkan solusi di bidang kesehatan, kebersihan, air, dan sanitasi.

Dalam artikel opini di CNN pada 2018, Serena menulis bahwa solusi sederhana seperti akses ke bidan, fasilitas kesehatan yang berfungsi baik, pemberian ASI, kontak kulit-ke-kulit, air bersih, obat-obatan dasar, dan gizi yang baik sebenarnya sudah diketahui. Namun, ia menyerukan agar semua pihak bersatu untuk mewujudkan perubahan. “Bersama-sama, kita bisa menjadi perubahan itu sendiri,” tegasnya.

Kisah Serena mengingatkan kita bahwa kesehatan ibu adalah prioritas. Dengan mendengarkan tubuh sendiri dan mendapatkan dukungan medis yang tepat, keselamatan ibu dan bayi dapat terwujud.