Hari Ozon Sedunia yang diperingati setiap 16 September menjadi momen penting untuk refleksi. Universitas Negeri Malang (UM) menggelar aksi tanam pohon di depan Gedung GKB A19. Kegiatan ini diikuti Wakil Rektor III, Prof. Dr. Markus Diantoro, bersama mahasiswa dan relawan Green Campus. Tujuannya bukan sekadar seremonial, melainkan menumbuhkan budaya kampus sehat dan berkelanjutan.

Mengapa Penanaman Pohon Penting untuk Kesehatan?

Prof. Markus menekankan bahwa perlindungan lapisan ozon butuh dua pendekatan: aksi nyata dan pengurangan aktivitas merusak. Ia mengingatkan penggunaan AC dan kulkas zaman dulu yang mengandung bahan kimia berbahaya. "Dulu ada banyak penggunaan AC, kulkas yang menggunakan bahan kimia yang berbahaya yang mengurangi lapisan ozon. Oleh karena itu, harus ada dua cara setidaknya. Dengan gerakan penanaman ini dan mengurangi peran manusia itu sendiri," ujarnya.

Pohon yang ditanam bukan sembarang pohon. Ada bodhi dan beringin yang kaya produksi oksigen, trembesi yang mampu menyerap karbon dioksida, serta sansevieria yang membersihkan udara dalam ruangan. Ketua UM Green Campus, Prof. Dr. Sumarmi, menambahkan, "Mahasiswa UM kan semakin banyak. Jangan sampai kita didonasi oksigen sama orang lain. Jadi kita harus menyediakan oksigen di area kita."

Dari Kampus untuk Keluarga di Rumah

Sebagai ibu, kita bisa meniru semangat ini di rumah. Mulai dari menanam tanaman hias penyerap polutan seperti sansevieria, mengurangi penggunaan pendingin ruangan secara berlebihan, hingga mengajak anak merawat tanaman. Kebiasaan kecil ini tidak hanya menjaga bumi, tetapi juga menciptakan lingkungan keluarga yang lebih sehat dan tenang—sebuah bentuk self-care kolektif.

Prof. Markus juga berpesan bahwa capaian UI GreenMetric bukan soal peringkat, melainkan budaya. "Memang kita bukan peringkatnya yang kita capai, kita berkeinginan ini menjadi sebuah budaya gerakan dari seluruh mahasiswa, civitas akademika. Tapi ini yang lebih mahal adalah membudayakan gerakan kampus sehat," jelasnya.

Langkah Sederhana yang Bisa Kita Lakukan

  • Tanam minimal satu tanaman penyerap polutan di rumah, seperti lidah mertua atau sirih gading.
  • Kurangi pemakaian AC dan buka jendela untuk sirkulasi udara alami.
  • Ajak anak berkebun sebagai media belajar dan relaksasi.
  • Pilah sampah organik untuk kompos, kurangi sampah plastik.
  • Dukung kegiatan penghijauan di lingkungan sekitar.

Perayaan Hari Ozon Sedunia di UM sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim. Aksi ini mengingatkan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, termasuk para ibu yang menjadi garda terdepan pendidikan karakter di keluarga. Mari mulai dari hal kecil, karena bumi yang sehat adalah warisan terbaik untuk anak cucu.